![]() | Nov 1, 2006 |
Laman perkongsian ilmu, pemurnian akidah, membanteras perbomohan, tolong menolong dan perubatan alternatif menurut Islam dan tradisional.
Bermula 9 Feb 2007, anda adalah pengunjung ke:
Tanda mencintai Allah ialah mencintai rasulnya dan tanda mencintai rasul ialah melaksanakan sunnahnya.
Sesiapa yang berdakwah tanpa ilmu maka ia akan lebih banyak merosak daripada memperbaiki.
HADIS HARI INI
"Hakim itu ada tiga, dua orang di neraka dan seorang lagi di surga. Seorang yang tahu kebenaran dan ia memutuskan dengannya, maka ia di surga; seorang yang tahu kebenaran, namun ia tidak memutuskan dengannya, maka ia di neraka; dan seorang yang tidak tahu kebenaran dan ia memutuskan untuk masyarakat dengan ketidaktahuan, maka ia di neraka." Riwayat Imam Empat. Hadits shahih menurut Hakim.
Bermula 9 Feb 2007, anda adalah pengunjung ke:
Tanda mencintai Allah ialah mencintai rasulnya dan tanda mencintai rasul ialah melaksanakan sunnahnya.
Sesiapa yang berdakwah tanpa ilmu maka ia akan lebih banyak merosak daripada memperbaiki.
HADIS HARI INI
"Hakim itu ada tiga, dua orang di neraka dan seorang lagi di surga. Seorang yang tahu kebenaran dan ia memutuskan dengannya, maka ia di surga; seorang yang tahu kebenaran, namun ia tidak memutuskan dengannya, maka ia di neraka; dan seorang yang tidak tahu kebenaran dan ia memutuskan untuk masyarakat dengan ketidaktahuan, maka ia di neraka." Riwayat Imam Empat. Hadits shahih menurut Hakim.
![]() |
![]() |
|
|
![]() |
![]() |
em's favorite reviews: | ||
| Oct 15 | - | Bomoh sesat Paksu |
| Nov 16 | - | BELITAN IBLIS DALAM AJARAN TARIQAT |
| Nov 9 | - | Penilaian ke atas web Penawar.com |
| Nov 5 | - | Bomoh artis |
| Nov 5 | - | Kayu kokka?? |
phairisabdul wrote on Mar 25 yuska74 said Assalaamu'alaikum wrwbtSalam ziarah Ustaz, semoga selalu mendapat kasih sayang dari Allah SWT. Terimakasih, semoga menjadi ilmu yang bermanfaat... ![]() heheheheheheheh...barang siap yg mendengar sebutan nama allah dan dia melarikan diri dn menjauh kan dirinya rasanya makhluk tu siapa ya ustaz. |
emjayjb wrote on Mar 18 Assalamualaikum wbt Saya boleh dihubungi di emjayjb@gmail.com Emjay |
eman22031998 wrote on Mar 12 assalam mua'laikum wr.wb pak sya mau nanya, knpa tangan sya sering basah kalo saya lgi belajar? jdi kalo sya nulis atau megang sesuatu tuh tngan saya tuh pasti basah? sgitu aja pak? makasih... wassalam mua'laikum wr.wb |
bajaubruneikk wrote on Mar 9 assalammualikum saudara emJay.. Saya pertama kali membaca artikel2 saudara..pada pandangan saya,lebih baik jangan dilayan untuk mereka yang tidak tahu tentang apa itu SYIRIK...tetapi harus DIAJARKAN kepada mereka apa itu dosa SYIRIK dan HUKUMNYA... buat yg suka mensyirik kan ALLAH..Di minta kembali la ke pangkal jalan dan diharap Saudara Emjay akan terus berjuang untuk MEMBETULKAN MANUSIA MANUSIA YG SALAH FAHAMAN dan khususnya SAYA sendiri dalam masih dalam pencarian tentang ilmu agama. Diharap saudara Emjay akan terus berjuang kerana Allah S.W.T... Salam Dari Saya, iiZeeVp |
radzyus wrote on Mar 7 salam en...bagaimana saya dapa menghubungi pihak en...saya ada menghantar email lewat kangmasjb@hotmail tp di reject,saya ingin meminta panduan dan nasihat mengenai masalah kesihatan sy yg masih tdk dpt di kenal pasti oleh medical..saya amat berbesar hat kiranya en boleh menghubungi saya di alamat email berikut ...terima kasih..(radzyusof@gmail.com) |
frc8067 wrote on Feb 15 Bagaimana ingin hubungi emjay tolong sesiapa |
kembara5 wrote on Jan 28 testing... |
lenwn wrote on Jan 18 Assalamualaikum.. saya baru terbaca halaman artikel ini..emak mertua saya skg tidak boleh bjln dan mghidap pyakit kecing manis yg teruk shingga kulit2nya tlalu kering dan semut sntiasa ada dikulit bandannya..emak mertua saya mmg susah nak makan dan minum msti kena suap,.tolong saya,ada ke ubat utk emak mertua saya supaya sihat sdia kala..terima kasih.. ( len...malaysia) |
ljlong wrote on Jan 15 |
kalifahallah wrote on Jan 13 Assalamualaikum..saya baru terbaca halaman artikel ini..satu sahaja jalan penyelesaiannya..Ingatlah PEsan NAbi Muhammad SAW..Berpeganglah pada Al Quran dan Sunnah..basic utk mudah di fahami...Iblis itu sehingga ke hari kiamat akan meyesesatkan umat2Nya..usahlah bertikam lidah disini..INGAT..Al Quran dan Sunnah.. |
emjayjb wrote on Jan 1 Waalaikumussalam wbh sdr ujet Semoga Allah sentiasa menunjukki sdr dan saya jalan lurus jalan yang Allah redha dan kita sama-sama dimatikan Allah dalam iman. Emjay |
ujet wrote on Dec 31, '11 Ass. Semoga Allah mengampuni saya, saya tidak bermaksud demikian, tapi saya sangat setuju dengan pemikiran bapak terhadap penegakan ajaran Agama Allah secara tegas dan berlandasan al Qur;an dan hadist, artikel artikel bapak sangat cocok dengan apa yang ada dalam pikiran saya, dan saya yakin Allah akan selalu meberikan rahmat, dan perlindungan secara menyeluruh kepada bapak. amin. ini email saya luzjchan_sfi@yahoo.com |
ujet wrote on Dec 31, '11 Ass. atas izin Allah akhirnya saya menemukan artikel yang saya cari, dan itu ada di blog bapak (mohon maaf, saya tidak tahu saya harus memanggil apa)menyangkut demikian maraknya masalah syirik yang berbungkus ajaran islam, kondisi di tanah air saya justru lebih parah lagi di banding negara bapak, andai saya dizinkan untuk selalu shering dengan bapak suatu kehormatan bagi saya. salam |
kamarol85 wrote on Nov 22, '11 Astaghfirullah..menyebar fitnah anda ni.. |
fatimahmuhammad wrote on Nov 21, '11 salam..saya nak tanya..sejak 2 bulan belakangan ini saya selalu mengalami sakit di bahagian kiri perot..kerap kali sakit selepas makan..jika sebelum makan saya rasa mcm nak muntah dan pening kepala...adakah ini gastrik?? email saya: uniquechange_fatimah@yahoo.com |
dakwahs wrote on Nov 17, '11 HUKUM MUSIK DAN LAGU PANDANGAN AL QUR'AN DAN AS SUNNAH Segala puji bagi Allah, Kita memuji, memohon pertolongan dan meminta ampun kepada-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri dan amal perbuatan. Barang siapa diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang bisa menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan oleh Allah maka tidak ada yang bisa menunjukinya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya.. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya. Sesungguhnya Allah telah mewajibkan beberapa kewajiban yang tidak boleh diabaikan, memberi beberapa ketentuan yang tidak boleh dilampaui dan mengharamkan beberapa perkara yang tidak boleh dilanggar. Dan selanjutnya Allah mengancam orang yang melampaui ketentuan-ketentuan -Nya dan melanggar apa yang telah diharamkan-Nya, seperti ditegaskan dalam Al-Qur’an yang artinya: “Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan -Nya, niscaya Allah memasukkannya kedalam api neraka sedang ia kekal didalamnya dan baginya siksa yang menghinakan.” An-Nisa’ : 14). Menjauhi hal-hal yang dilarang adalah hukumnya wajib. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam: “Apapun yang aku larang atas kalian maka jauhilah, dan apapun yang aku perintahkan kepada kalian maka lakukanlah dari padanya semampumu.” (Hadist Riwayat Muslim) Pada kesempatan kali ini, redaksi Risalah Dakwah Al-Hujjah menyuguhkan kepada pembaca yang budiman mengenai Hukum Musik dan lagu yang InsyaAllah akan kami bahas dengan cara ilmiah menurut pandangan Al-Qur’an dan Sunnah yang syahih, perkataan para sahabat serta fatwa-fatwa para ulama’ Ahlus-Sunnah wal Jama’ah. Oleh sebab itu marilah kita melihat dalil-dalil baik dari Al-Quran maupun hadits-hadits yang sahih tentang masalah tersebut, yaitu: Allah Ta'ala berfirman: "Dan di antara manusia (ada) yang mempergunakan lahwul hadits untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu bahan olok-olokan." (Luqman: 6) Mengenai ayat ini Ibnu Abbas r.a berkata bahwa Lahwal hadist dalam ayat ini berarti “Nyanyian”. Sebagaimana diketahui bahwa Ibnu Abbas r.a adalah seorang sahabat yang mendapat do’a dari Rasulullahu shallallahu alaihi wassalam yang artinya: “Ya Allah anugrahkanlah kefakihan kepadanya dalam agama ini dan ilmu ta’wil.” Dengan do’a dari Rasulullah tersebut para sahabat memberikan gelar kepada Ibnu Abbas r.a dengan gelar “Turjumanul Qur’an” (Penafsir Al-Qur’an). Ibnu Mas’ud r.a menerangkan bahwa Lahwal hadist itu adalah al-Ghina (nyanyian). Demi Allah yang tiada sesembahan selain Dia, 3x. Pernyataan Rasulullah mengenai Ibnu Mas’ud adalah “Sesungguhnya ia adalah pentalkin yang mudah difahami.” Dalam ayat yang lain Allah berfirman kepada setan: “"Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan suaramu." (Al-Isra’: 64) Ibnu Abbas r.a mengatakan : “Suaramu” dalam ayat ini adalah segala yang membawa kepada kemaksiatan. Mujahid, pemimpin para ahli tafsir (murid Ibnu Abbas r.a) menyatakan bahwa “Suaramu” disini artinya “Al-Ghina” (nyanyian) dan Al-Bathil. Hasan Al-Basri bahwa ayat ini turun dalam masalah musik dan lagu. Ibnu Qayyim menambahkan keterangan dari Hasan Al-Basri bahwa “suaramu” dalam ayat ini adalah duff (rebana). Wallahu a’lam. Kemudian ayat yang ketiga dalam surat An-Najm: 59-60, Allah berfirman: “Apabila dibacakan Al-Qur’an kepada mereka, meraka menjadi heran, tertawa dan mereka tidak menangis dan mereka bernyanyi-nyanyi.” Kata Ikrimah r.a dari Ibnu Abbas r.a bahwa kata “As-Sumud” dalam akhir ayat ini berarti Al-Ghina menurut dialek Himyar. Dia menambahkan bahwa jika mendengar Al-Qur’an dibacakan, mereka bernyanyi-nyanyi, maka turunlah ayat ini. Dalam hadist yang sahih yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dari sahabat Abi Amir dan Abi Malik Al Asy’ari Rasulullah saw bersabda: “ Akan muncul dari kalangan ummatku sekelompok orang yang menghalalkan farj (perzinahan) , sutera, khamar dan alat-alat musik.” (lihat Fatul Bari, 10/51). Secara pasti, hadist tersebut diatas menegaskan keharaman nyanyian. Kalaupun tidak ada hadist lain yang menerangkan keharaman nyanyian, hadist diatas dianggap memadai menjadi dalil keharaman nyanyian, khususnya nyanyian yang syairnya tak bernilai disertai tingkah penyanyi yang tidak memiliki adab sopan santun. Dan dalam hadist yang lain dari sahabat Anas bin Malik r.a, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Kelak akan terjadi pada ummat ini (tiga hal): (Mereka) ditenggelamkan (kedalam bumi), dihujani batu, dan diubah bentuk mereka, yaitu jika mereka minum arak, mengundang biduanita-biduanita (untuk menyanyi) dan menabuh (membunyikan) musik.” (As-Silsilah Ash Shahihah, 2203, diriwayatkan oleh Ibnu Abi Dunya dalam kitab Dzammul Malahi dan At-Tarmidzi No. 2212). Para pembaca yang budiman, untuk lebih ilmiahnya pembahasan ini marilah simak perkataan para sahabat dan para imam serta para ulama mengenai masalah ini: a. Abu Bakar Shiddiq r.a: “Nyanyian dan alat musik itu adalah seruling setan.” b. Abdullah bin Mas’ud r.a: “Nyanyian itu dapat menyebabkan kemunafikan dalam hati.” c. Al-Qasim bin Muhammad: “Menyanyi itu termasuk perbuatan bathil dan setiap yang bathil bagiannya adalah neraka.” d. Khalifa Umar bin Abdul Aziz: “Nyanyian itu berawal dari setan dan ujungnya adalah kebencian Allahurrahman.” e. Imam Malik bin Anas: “Bagi kami nyanyian itu hanya dilagukan oleh orang-orang fasik.” f. Imam Syafi’I: “Menyanyikan nyanyian adalah perbuatan sia-sia yang dibenci dan menyerupai kebathilan dan kesia-siaan.” g. Imam Ahmad bin Hambal: “Nyanyian itu dapat menumbuhkan nifak dihati. Saya sama sekali tidak tertarik pada hal seperti itu.” h. Para pengikut Imam Abu Hanifah: “Mendengar nyanyian itu termasuk perbuatan fasikn dan tenggelam dalam keasyikannya merupakan kekufuran.” i. Imam Qurthubi: “Nyanyian itu merupakan salah satu yang dilarang dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah.” j. Imam Ibnu Shalah: “Nyanyian yang diiringi musik hukumnya haram secara ujma’.” Sebagian besar mufassir berkomen-tar, yang dimaksud dengan lahwul hadits dalam ayat tersebut adalah nyanyian. Hasan Al Basri berkata,ayat itu turun dalam masalah musik dan lagu. Allah berfirman kepada setan: "Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan suaramu." Maksudnya dengan lagu (nyanyian) dan musik. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam telah bersabda: "Kelak akan ada dari umatku beberapa kaum yang menghalalkan zina, sutera, minuman keras dan musik." (HR. Bukhari dan Abu Daud) Dengan kata lain, akan datang suatu masa di mana beberapa golongan dari umat Islam mempercayai bahwa zina, memakai sutera asli, minum-minuman keras dan musik hukumnya halal, padahal semua itu adalah haram. Adapun yang dimaksud dengan musik di sini adalah segala sesuatu yang menghasilkan bunyi dan suara yang indah serta menyenangkan. Seperti kecapi, gendang, rebana, seruling, serta berbagai alat musik modern yang kini sangat banyak dan beragam. Bahkan termasuk di dalamnya jaros (lonceng, bel, klentengan). "Lonceng adalah nyanyian setan." (HR. Muslim) Padahal di masa dahulu mereka hanya mengalungkan klentengan pada leher binatang. Hadits di atas menun-jukkan betapa dibencinya suara bel tersebut. Penggunaan lonceng juga ber-arti menyerupai orang-orang nasrani, di mana lonceng bagi mereka merupakan suatu yang prinsip dalam aktivitas gereja. Imam Syafi'i dalam kitabnya Al Qadha' berkata: "Nyanyian adalah kesia-siaan yang dibenci, bahkan menyerupai perkara batil. Barangsiapa memperba-nyak nyanyian maka dia adalah orang dungu, syahadat (kesaksiannya) tidak dapat diterima." Nyanyian di masa kini: Kebanyakan lagu dan musik pada saat ini di adakan dalam berbagai pesta juga dalam tayangan televisi dan siaran radio. Mayoritas lagu-lagunya berbicara tentang asmara , kecantikan, ketampanan dan hal lain yang lebih banyak mengarah kepada problematika biologis, sehingga membangkitkan nafsu birahi terutama bagi kawula muda dan remaja. Pada tingkat selanjutnya membuat mereka lupa segala-galanya sehingga terjadilah kemaksiatan, zina dan dekadensi moral lainnya. Lagu dan musik pada saat ini tak sekedar sebagai hiburan tetapi sudah merupakan profesi dan salah satu lahan untuk mencari rizki. Dari hasil menyanyi, para biduan dan biduanita bisa mem-bangun rumah megah, membeli mobil mewah atau berwisata keliling dunia, baik sekedar pelesir atau untuk pentas dalam sebuah acara pesta musik. Tak diragukan lagi hura-hura musik --baik dari dalam atau manca negara-- sangat merusak dan banyak menimbul-kan bencana besar bagi generasi muda. Lihatlah betapa setiap ada pesta kolosal musik, selalu ada saja yang menjadi korban. Baik berupa mobil yang hancur, kehilangan uang atau barang lainnya, cacat fisik hingga korban meninggal dunia. Orang-orang berjejal dan mau saja membayar meski dengan harga tiket yang tinggi. Bagi yang tak memiliki uang terpaksa mencari akal apapun yang penting bisa masuk stadion, akhirnya merusak pagar, memanjat dinding atau merusak barang lainnya demi bisa menyaksikan pertunjukan musik kolosal tersebut. Jika pentas dimulai, seketika para penonton hanyut bersama alunan musik. Ada yang menghentak, menjerit histeris bahkan pingsan karena mabuk musik. Para pemuda itu mencintai para penyanyi idola mereka melebihi kecintaan mereka kepada Allah Ta'ala yang menciptakannya, ini adalah fitnah yang amat besar. Tersebutlah pada saat terjadi perang antara Bangsa Arab dengan Yahudi tahun 1967, para pembakar semangat menyeru kepada para pejuang: "Maju terus, bersama kalian biduan fulan dan biduanita folanah ... ", kemudian mereka menderita kekalahan di tangan para Yahudi yang pendosa. Semestinya diserukan: Maju terus, Allah bersama kalian, Allah akan menolong kalian." Dalam peperangan itu pula, salah seorang biduanita memaklumkan jika mereka menang maka ia akan menyelenggarakan pentas bulanannya di Tel Aviv, ibukota Israel -padahal biasanya digelar di Mesir-. Sebaliknya yang dilakukan orang-orang Yahudi setelah merebut kemenangan adalah mereka bersimpuh di Ha'ith Mabka (dinding ratapan) sebagai tanda syukurnya kepada Tuhan mereka. Semua nyanyian itu hampir sama, bahkan hingga nyanyian-nyanyian yang bernafaskan Islam sekalipun tidak akan lepas dari kemungkaran. Bahkan di antara sya'ir lagunya ada yang berbunyi: "Dan besok akan dikatakan, setiap nabi berada pada kedudukannya ... Ya Muhammad inilah Arsy, terimalah ..." Bait terakhir dari sya'ir tersebut adalah suatu kebohongan besar terhadap Allah dan RasulNya, tidak sesuai dengan kenyataan dan termasuk salah satu bentuk pengkultusan terhadap diri Rasul Shallallahu 'Alaihi Wasallam, padahal hal semacam itu dilarang. Kiat Mengobati virus nyanyian dan musik: Di antara beberapa langkah yang dianjurkan adalah: Jauhilah dari mendengarnya baik dari radio, televisi atau lainnya, apalagi jika berupa lagu-lagu yang tak sesuai dengan nilai-nilai akhlak dan diiringi dengan musik. Di antara lawan paling jitu untuk menangkal ketergantungan kepada musik adalah dengan selalu mengingat Allah dan membaca Al Qur'an, terutama surat Al Baqarah. Dalam hal ini Allah Ta'ala telah berfirman: "Sesungguhnya setan itu lari dari rumah yang di dalamnya dibaca surat Al Baqarah." (HR. Muslim) "Hai manusia sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan sebagai penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman."(Yunus: 57) Membaca sirah nabawiyah (riwayat hidup Rasul Shallallahu 'Alaihi Wasallam), demikian pula sejarah hidup para sahabat beliau. Nyanyian yang diperbolehkan: Ada beberapa nyanyian yang diperbolehkan yaitu: Menyanyi pada hari raya. Hal itu berdasarkan hadits A'isyah: "Suatu ketika Rasul Shallallahu 'Alaihi Wasallam masuk ke bilik 'Aisyah, sedang di sisinya ada dua orang hamba sahaya wanita yang masing-masing memukul rebana (dalam riwayat lain ia berkata: "... dan di sisi saya terdapat dua orang hamba sahaya yang sedang menyanyi."), lalu Abu Bakar mencegah keduanya. Tetapi Rasulullah malah bersabda: "Biarkanlah mereka karena sesungguhnya masing-masing kaum memiliki hari raya, sedangkan hari raya kita adalah pada hari ini." (HR. Bukhari) Menyanyi dengan rebana ketika berlangsung pesta pernikahan, untuk menyemarakkan suasana sekaligus memperluas kabar pernikahannya. Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: "Pembeda antara yang halal dengan yang haram adalah memukul rebana dan suara (lagu) pada saat pernikahan." (Hadits shahih riwayat Ahmad). Yang dimaksud di sini adalah khusus untuk kaum wanita. Nasyid Islami (nyanyian Islami tanpa diiringi dengan musik) yang disenandungkan saat bekerja sehingga bisa lebih membangkitkan semangat, terutama jika di dalamnya terdapat do'a. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menyenandungkan sya'ir Ibnu Rawahah dan menyemangati para sahabat saat menggali parit. Beliau bersenandung: "Ya Allah tiada kehidupan kecuali kehidupan akherat maka ampunilah kaum Anshar dan Muhajirin." Seketika kaum Muhajirin dan Anshar menyambutnya dengan senandung lain: "Kita telah membai'at Muhammad, kita selamanya selalu dalam jihad." Ketika menggali tanah bersama para sahabatnya, Rasul Shallallahu 'Alaihi Wasallam juga bersenandung dengan sya'ir Ibnu Rawahah yang lain: "Demi Allah, jika bukan karena Allah, tentu kita tidak mendapat petunjuk, tidak pula kita bersedekah, tidak pula mengerjakan shalat. Maka turunkanlah ketenangan kepada kami, mantapkan langkah dan pendirian kami jika bertemu (musuh) Orang-orang musyrik telah men durhakai kami, jika mereka mengingin-kan fitnah maka kami menolaknya." Dengan suara koor dan tinggi mereka balas bersenandung "Kami menolaknya, ... kami menolaknya." (Muttafaq 'Alaih) Nyanyian yang mengandung pengesaan Allah, kecintaan kepada Rasululah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dengan menyebutkan sifat-sifat beliau yang terpuji; atau mengandung anjuran berjihad, teguh pendirian dan memper-baiki akhlak; atau seruan kepada saling mencintai, tolong menolong di antara sesama; atau menyebutkan beberapa kebaikan Islam, berbagai prinsipnya serta hal-hal lain yang bermanfaat buat masyarakat Islam, baik dalam agama atau akhlak mereka. Di antara berbagai alat musik yang diperbolehkan hanyalah rebana. Itupun penggunaannya terbatas hanya saat pesta pernikahan dan khusus bagi para wanita. Kaum laki-laki sama sekali tidak dibolehkan memakainya. Sebab Rasul Shallallahu 'Alahih Wasallam tidak memakainya, demikian pula halnya dengan para sahabat beliau Radhiallahu 'Anhum Ajma'in. Orang-orang sufi memperbolehkan rebana, bahkan mereka berpendapat bahwa menabuh rebana ketika dzikir hukumnya sunnat, padahal ia adalah bid'ah, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: "Jauhilah perkara-perkara yang diada-adakan, karena sesungguhnya setiap perkara yang diada-adakan adalah bid'ah. dan setiap bid'ah adalah sesat." (HR. Turmudzi, beliau berkata: hadits hasan shahih). |
mohdaliyusoff wrote on Nov 13, '11 Assalamualaikum, maafkan saya sekiranya ayat2 yang saya akan kluarkan ni x sedap di baca,saya puji cara saudara bhujah dan tiada 1 pun yang salah pada ayat2 yang saudara bentangkan cuma saya harapkan saudara dapat mdalamkan limu ketuhanan dulu baru boleh bcara pasal jin dan KHADAM AYAT KURSI dan saya harap saudara dapat cari cerita kejadian malaikat, jin dan Syaitan yang sbnar nya . saya ingin bertanya pd saudara 3 perkara pertama kenapa ALLAH turun kan jin ke dunia ni, kedua dari mana usul asal syaitan ketiga kenapa kita di turunkan ke dunia ini 'Assalamualaikum' |
terapimadusidir wrote on Nov 6, '11 saya menggunakan perubatan madu sidir dan habbatussauda . layari http://terapi.imamuda.com dan http://madusidir.com |
arw73 wrote on Oct 12, '11 Assalamu'alaikum Tuan Emjay, Mudah-mudahan dikurniakan keberkahan dalam apa jua rezeki yang dianugerahkan oleh Allah SWT kepada tuan sekeluarga. Baru-baru ini saya mendapat info tentang satu produk kesihatan alternative menggunakan magnet - minyak magnetic aura dan sabun magnetic aura. (http://www.worldofmagnets.net/) (http://rizi-biz.com/magneticaura/) (http://www.sabunaura4u.blogspot.com/) Saya juga ada membaca berkenaan rawatan menggunakan magnet ini di internet: http://www.chem1.com/CQ/magscams.html http://www.chem1.com/CQ/magwatscams.html http://en.wikipedia.org/wiki/Magnet_therapy Secara kesimpulannya kaedah rawatan alternative menggunakan magnet ini adalah diragui dari segi saintifiknya. Tetapi ramai yang memberi testimini yang mengatakan ianya berkesan. Mohon Tuan Emjay memberi komen tentang perkara ini. Jazakallhu khairan. |
syannalyahya wrote on Oct 11, '11 salam...nk tanye..mcm mn kalau nk follow blog ni ye? |

































Assalaamu'alaikum wrwbt
